logo Kompas.id
EkonomiAntisipasi Penyakit Mulut dan ...

Antisipasi Penyakit Mulut dan Kuku, Lalu Lintas Ternak di Kalsel Diawasi Ketat

Kalimantan Selatan meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman wabah penyakit mulut dan kuku menyusul temuan kasusnya di Jawa Timur. Sebagai antisipasi, lalu lintas ternak dari luar daerah ataupun luar pulau diawasi ketat.

Oleh
JUMARTO YULIANUS
· 1 menit baca
Pekerja membersihkan kandang sapi di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (12/7/2021). Sekitar 2.000 ekor sapi ditampung di sana untuk kebutuhan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah.
KOMPAS/JUMARTO YULIANUS

Pekerja membersihkan kandang sapi di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (12/7/2021). Sekitar 2.000 ekor sapi ditampung di sana untuk kebutuhan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah.

BANJARMASIN, KOMPAS — Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman wabah penyakit mulut dan kuku atau PMK yang dapat menyerang ternak ruminansia menyusul temuan kasus PMK di Jawa Timur baru-baru ini. Untuk mengantisipasi wabah penyakit tersebut, lalu lintas ternak dari luar daerah ataupun luar pulau diawasi ketat.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel Suparmi mengatakan, temuan kasus PMK di Jatim menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Kalsel. Kewaspadaan ditingkatkan karena penyakit hewan menular akut tersebut menyerang ternak sapi, kerbau, kambing, domba, kuda, dan babi dengan tingkat penularan 90-100 persen serta kerugian ekonomi sangat tinggi.

Editor:
AUFRIDA WISMI WARASTRI
Bagikan