logo Kompas.id
EkonomiMeski Investasi Meningkat,...

Meski Investasi Meningkat, Deindustrialisasi Dini Masih Mengancam

Kenaikan investasi di sektor manufaktur tidak serta-merta menunjukkan Indonesia sudah lepas dari bayang-bayang ancaman deindustrialisasi dini. Dampak investasi pada penciptaan lapangan kerja harus dimaksimalkan.

Oleh
AGNES THEODORA,
· 1 menit baca
Foto udara kawasan industri di Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (17/8/2020). Akibat pandemi Covid-19, arus investasi di Indonesia mengalami pertumbuhan terendah selama satu dekade terakhir. Badan Pusat Statistik mencatat, pertumbuhan investasi triwulan I-2020 hanya 1,7 persen dibandingkan dengan capaian tahun-tahun sebelumnya. Pada triwulan I-2018, misalnya, investasi sempat bertumbuh pesat hingga 7,94 persen.
KOMPAS/AGUS SUSANTO

Foto udara kawasan industri di Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (17/8/2020). Akibat pandemi Covid-19, arus investasi di Indonesia mengalami pertumbuhan terendah selama satu dekade terakhir. Badan Pusat Statistik mencatat, pertumbuhan investasi triwulan I-2020 hanya 1,7 persen dibandingkan dengan capaian tahun-tahun sebelumnya. Pada triwulan I-2018, misalnya, investasi sempat bertumbuh pesat hingga 7,94 persen.

JAKARTA, KOMPAS — Realisasi investasi di sektor manufaktur pada triwulan I tahun 2022 meningkat cukup signifikan seiring dengan upaya hilirisasi industri dan membaiknya kondisi penanganan pandemi Covid-19. Namun, kekhawatiran akan ancaman deindustrialisasi dini masih membayangi struktur perekonomian nasional. Terlebih, jika investasi yang masuk tidak diarahkan dengan tepat.

Sepanjang Januari-Maret 2022, realisasi investasi sektor industri pengolahan mencapai Rp 103,5 triliun, berkontribusi 36,7 persen terhadap total nilai investasi sepanjang triwulan I tahun 2022 sebesar Rp 282,4 triliun. Secara tahunan, investasi sektor manufaktur itu meningkat 17 persen. Industri pengolahan mengalami pertumbuhan sejak dua tahun lalu, meski di tengah pandemi.

Editor:
NUR HIDAYATI
Bagikan