logo Kompas.id
EkonomiMedia Sosial Menjadi Saluran...

Media Sosial Menjadi Saluran Keluhan Konsumen

Era digital membuka selubung pembicaraan masyarakat begitu luas. Tak berhasil mengadu secara langsung, masyarakat mengeluh melalui media sosial.

Oleh
STEFANUS OSA TRIYATNA
· 1 menit baca
Warga antre membeli minyak goreng curah di salah satu penyalur di ibu kota Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Kamis (14/4/2022). Pembeli minyak goreng curah seharga Rp 15.500 per kilogram di tempat itu dibatasi maksimal 600 orang per hari. Sebagian besar pembeli adalah para pedagang makanan yang bergantung pada ketersediaan minyak goreng dalam menjalankan usahanya.
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO

Warga antre membeli minyak goreng curah di salah satu penyalur di ibu kota Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Kamis (14/4/2022). Pembeli minyak goreng curah seharga Rp 15.500 per kilogram di tempat itu dibatasi maksimal 600 orang per hari. Sebagian besar pembeli adalah para pedagang makanan yang bergantung pada ketersediaan minyak goreng dalam menjalankan usahanya.

JAKARTA, KOMPAS — Media sosial menjadi saluran keluh kesah konsumen atas naiknya harga sejumlah komoditas penting, seperti minyak goreng, bahan bakar minyak atau BBM, kedelai, daging sapi, dan elpiji. Penting bagi pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat lewat pemberian sejumlah insentif. Publik juga mendesak pemerintah mengusut tuntas pihak-pihak yang menyebabkan harga minyak goreng mahal dan langka.

Keluh kesah konsumen di media sosial, Twitter, atas kenaikan harga sejumlah komoditas tersebut disampaikan Natasha Yulian, Data Analyst Continuum Data Indonesia dalam webinar ”Keluh Kesah Masyarakat, Saat Harga Pangan dan Energi Meningkat” secara virtual di Jakarta, Kamis (14/4/2022). Analisis keluh kesah masyarakat ini menggunakan pendekatan mahadata di media sosial. Pengumpulan data dilakukan pada 30 Maret-10 April 2022 dengan jumlah respons publik mencapai 96.057 pembicaraan dari 81.083 akun, yang mana sekitar 76 persen berasal dari masyarakat yang tinggal di Jawa.

Editor:
ARIS PRASETYO
Bagikan