logo Kompas.id
β€Ί
Ekonomiβ€ΊSerba Naik, Serba Mahal
Iklan

Serba Naik, Serba Mahal

Harga sejumlah kebutuhan pokok sudah naik jauh sebelum masa Ramadhan-Lebaran. Waspadai dan antisipasi kenaikan harganya selama Ramadhan-Lebaran agar tidak semakin membebani masyarakat.

Oleh
Hendriyo Widi, ADITYA PUTRA PERDANA
Β· 1 menit baca
Warga berdesakan saat antre membeli minyak goreng di salah satu penyalur di Kecamatan Muntilan, Magelang, Jawa Tengah, Senin (21/3/2022). Pembelian minyak goreng seharga Rp 15.500 per kilogram (kg) di tempat itu dibatasi sebanyak 16 kg per orang. Menurut warga, minyak goreng dengan harga murah terus diburu karena semakin susah diperoleh. Harga minyak goreng di pasaran setempat saat ini sekitar Rp 25.000 per kg.
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO

Warga berdesakan saat antre membeli minyak goreng di salah satu penyalur di Kecamatan Muntilan, Magelang, Jawa Tengah, Senin (21/3/2022). Pembelian minyak goreng seharga Rp 15.500 per kilogram (kg) di tempat itu dibatasi sebanyak 16 kg per orang. Menurut warga, minyak goreng dengan harga murah terus diburu karena semakin susah diperoleh. Harga minyak goreng di pasaran setempat saat ini sekitar Rp 25.000 per kg.

JAKARTA, KOMPAS β€” Harga pangan, energi, pakan, dan pupuk pada tahun ini serba naik dan serba mahal. Faktor global memang menjadi pemicu utama. Namun, justru dari transmisi dampaknya ke kenaikan harga sejumlah komoditas itu, terpotret sejumlah persoalan yang perlu diatasi di dalam negeri.

Di sektor pangan, kenaikan harga minyak kelapa sawit mentah (CPO) global mendongkrak tinggi harga minyak goreng sawit di dalam negeri. Masyarakat tidak bisa lagi memperoleh minyak goreng curah seharga Rp 9.000-11.500 per liter. Alih-alih mendapat minyak goreng curah sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang sebesar Rp 14.000 per liter, masyarakat justru mesti membeli minyak goreng curah dengan harga Rp 17.000-Rp 20.000 per liter.

Editor:
MUKHAMAD KURNIAWAN
Bagikan