logo Kompas.id
EkonomiBank Digital Bukan Sekadar...

Bank Digital Bukan Sekadar Mobile Banking

Pandemi yang mempercepat digitalisasi memicu munculnya perbankan yang mengklaim sebagai bank digital. Namun, mereka sejatinya belum jadi bank digital sepenuhnya, hanya memberikan layanan ke dalam ponsel (mobile banking).

Oleh
BENEDIKTUS KRISNA YOGATAMA
· 1 menit baca
Menteri BUMN Erick Thohir (tengah), Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi (kiri), dan Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Alexandra Askandar (kanan) menghadiri peluncuran Financial Super App Livin' by Mandiri serta peluncuran Wholesale Digital Super Platform Kopra by Mandiri dalam rangka menyambut ulang tahun bank itu di Plaza Mandiri, Jakarta, 2 Oktober 2021.
KOMPAS/AGUS SUSANTO (AGS)

Menteri BUMN Erick Thohir (tengah), Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi (kiri), dan Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Alexandra Askandar (kanan) menghadiri peluncuran Financial Super App Livin' by Mandiri serta peluncuran Wholesale Digital Super Platform Kopra by Mandiri dalam rangka menyambut ulang tahun bank itu di Plaza Mandiri, Jakarta, 2 Oktober 2021.

JAKARTA, KOMPAS — Setahun terakhir banyak bermunculan bank yang menyebut dirinya sebagai bank digital. Padahal, belum tentu bank-bank tersebut memenuhi persyaratan sebagai bank digital. Pasalnya, bank digital tak sekadar memindahkan layanan perbankan konvensional ke ponsel cerdas.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah mengatakan, di tengah maraknya digitalisasi layanan perbankan, banyak perbankan yang mengklaim dirinya bank digital untuk menarik nasabah. Nyatanya, mereka hanya memberikan layanan mobile banking atau layanan perbankan dari ponsel.

Editor:
ARIS PRASETYO
Bagikan