logo Kompas.id
EkonomiPutar Arah Saat Krisis
Iklan

Putar Arah Saat Krisis

Ketika masalah sangat berat dan ancaman bisnis ke depan makin jelas, pilihan putar arah lebih masuk akal daripada sekadar poles sana dan sini.

Oleh
ANDREAS MARYOTO
· 1 menit baca
Miniatur pesawat AirAsia di Kantor AirAsia RedQ, Sepang, Malaysia, Selasa (17/7/2018).
KOMPAS/MEGANDIKA WICAKSONO

Miniatur pesawat AirAsia di Kantor AirAsia RedQ, Sepang, Malaysia, Selasa (17/7/2018).

AirAsia Group berganti nama menjadi Capital A. Identitas korporat baru ini disebutkan untuk lebih mencerminkan bisnis inti dan rencana pengembangan grup ke depan seiring dengan pesatnya transformasi digital. Perubahan merek ini juga disebut menandakan era baru, lebih dari sekadar maskapai penerbangan. Beberapa perusahaan melakukan putar arah ketika terjadi badai. Mengapa perubahan dilakukan di tengah krisis?

CEO Capital A Tony Fernandes dalam siaran persnya mengatakan, “Yang kami lakukan bukan sekadar peluncuran logo baru. Ini adalah momen penting yang menandai era baru bagi Grup. Pengumuman hari ini menegaskan bahwa kami bukan lagi sekadar maskapai penerbangan”. Perubahan yang dilakukan bukan simbol semata tetapi sesuatu yang mendasar yaitu sendi-sendi bisnis mereka.

Editor:
MUKHAMAD KURNIAWAN, NUR HIDAYATI
Bagikan