logo Kompas.id
EkonomiLonjakan Biaya Pengapalan...

Lonjakan Biaya Pengapalan Kontainer Global Butuh Solusi

Biaya pengapalan kontainer global yang melonjak hingga lima kali lipat mengancam kinerja para eksportir dan pelaku usaha angkutan logistik di Jawa Timur. Mereka mendesak pemerintah segera turun tangan mencarikan solusi.

Oleh
RUNIK SRI ASTUTI
· 1 menit baca
Pekerja membersihkan kontainer dari kotoran di bengkel rumah Kontainer.com di Cilincing, Jakarta, Senin (4/11/2019). Sulitnya mendapatkan perumahan yang layak dengan harga terjangkau bagi masyarakat di Jakarta membuat Nabil (35) mengembangkan usaha pembuatan rumah kontainer. Kontainer yang ditawarkan ke masyarakat berukuran 20 <i>feet </i>(kaki) dan 40 <i>feet</i>. Kontainer ukuran 20 <i>feet </i>dihargai Rp 60 juta sampai Rp 65 juta, sedangkan kontainer ukuran 40 <i>feet</i> ditawarkan dengan harga Rp 90 juta-Rp 95 juta. Untuk merenovasi kontainer menjadi rumah idaman sesuai keinginan dan pesanan konsumen, dibutuhkan waktu sekitar dua minggu untuk penyelesaian.
Kompas/Alif Ichwan

Pekerja membersihkan kontainer dari kotoran di bengkel rumah Kontainer.com di Cilincing, Jakarta, Senin (4/11/2019). Sulitnya mendapatkan perumahan yang layak dengan harga terjangkau bagi masyarakat di Jakarta membuat Nabil (35) mengembangkan usaha pembuatan rumah kontainer. Kontainer yang ditawarkan ke masyarakat berukuran 20 feet (kaki) dan 40 feet. Kontainer ukuran 20 feet dihargai Rp 60 juta sampai Rp 65 juta, sedangkan kontainer ukuran 40 feet ditawarkan dengan harga Rp 90 juta-Rp 95 juta. Untuk merenovasi kontainer menjadi rumah idaman sesuai keinginan dan pesanan konsumen, dibutuhkan waktu sekitar dua minggu untuk penyelesaian.

SURABAYA, KOMPAS — Kinerja eksportir dan pelaku usaha angkutan logistik di Jawa Timur terancam terkendala biaya pengapalan kontainer global yang melonjak hingga lima kali lipat. Mereka mendesak pemerintah segera turun tangan mencarikan jalan keluar karena Indonesia memiliki banyak produk lokal yang berpotensi diekspor.

Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Jawa Timur Hengky Pratoko mengatakan, sejak dua tahun terakhir ini, dunia pelayaran dan logistik menghadapi karut-marut situasi perdagangan internasional. Situasi tersebut belum menunjukkan perbaikan signifikan memasuki tahun 2022, bahkan berpotensi menjadi lebih buruk.

Editor:
CORNELIUS HELMY HERLAMBANG
Bagikan