logo Kompas.id
EkonomiPresidensi G-20: Bukan Sekadar...

Presidensi G-20: Bukan Sekadar Giliran

Untuk kali pertama sejak bergabung dalam keanggotaan kelompok negara 20 atau G-20, Indonesia memegang tampuk keketuaan alias presidensi pada forum yang membahas isu-isu global ini.

Oleh
Dimas Waraditya Nugraha
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/pJpYg8L2FnNoszxEM7Uv_izQtcU=/1024x510/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F12%2F8511bb45-a33d-46c9-9fec-a117d3e14943_jpg.jpg
KOMPAS/RADITYA HELABUMI

Spanduk presidensi G-20 Indonesia yang mengusung tema ”Recover Together, Recover Stronger” terpasang di gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Jakarta, Selasa (7/12/2021).

Pada G-20, peran presidensi diterjemahkan melalui penyusunan agenda pembahasan yang akan didiskusikan dalam pertemuan-pertemuan mulai dari tingkat kelompok kerja hingga tingkat kepala negara atau pemerintahan. Setiap tahun, salah satu negara anggota mendapat giliran untuk mengemban tugas presidensi G-20.

Secara historis, latar belakang terbentuknya G-20 tak terlepas dari krisis keuangan global di tahun 1998 yang berimbas ke banyak negara, terutama Asia.

Editor:
M Fajar Marta
Bagikan