logo Kompas.id
โ€บ
Ekonomiโ€บPerbaikan Daya Beli Dibayangi ...
Iklan

Perbaikan Daya Beli Dibayangi Inflasi

Daya beli masyarakat yang mulai membaik dibayangi inflasi yang diperkirakan naik tahun ini seiring kenaikan harga komoditas serta kebijakan pemerintah di sektor perpajakan dan energi. Inflasi bisa menggerus daya beli.

Oleh
Hendriyo Widi
ยท 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/kU2DHOsd0LttmzFaFwC6gJc5aOk=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2022%2F01%2F5804f1e0-bd9e-4b3f-b5d3-375782636991_jpg.jpg
Kompas/Totok Wijayanto

Seorang pedagang melayani pembelian telur ayam ras di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin (3/1/2022). Badan Pusat Statistik mencatat, inflasi pada Desember 2021 sebesar 0,57 persen. Inflasi itu dipengaruhi oleh kenaikan harga beberapa komoditas, seperti cabai rawit, minyak goreng, dan telur ayam ras.

JAKARTA, KOMPAS โ€” Sejumlah indikator menunjukkan perbaikan daya beli masyarakat. Namun, peningkatan kemampuan masyarakat untuk mengonsumsi itu mulai dibayangi inflasi yang diperkirakan tinggi tahun ini karena lonjakan harga pangan dan energi global. Inflasi juga akan dipengaruhi sejumlah kebijakan sektor perpajakan dan energi yang akan diterapkan tahun ini.

Badan Pusat Statistik (BPS), Senin (3/1/2022), merilis, tingkat inflasi pada Desember 2021 mencapai 0,57 persen dan sepanjang 2021 sebesar 1,87 persen. Kontribusi terbesar inflasi itu berasal dari kenaikan harga komoditas kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau. Kelompok pengeluaran itu mengalami inflasi sebesar 1,61 persen dan andilnya terhadap inflasi 0,41 persen.

Editor:
Mukhamad Kurniawan
Bagikan