logo Kompas.id
β€Ί
Ekonomiβ€ΊKomoditas Berperan Ungkit...
Iklan

Komoditas Berperan Ungkit Penerimaan

Selain perekonomian yang mulai pulih, tingginya harga sejumlah komoditas menopang pencapaian penerimaan negara pada tahun ini. Namun, pemerintah sebaiknya tidak bergantung pada komoditas untuk menaikkan penerimaan.

Oleh
Dimas Waraditya Nugraha & Mediana
Β· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/Vd3oqiFnV0I-8CGnp8bJOqn8ZoM=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F03%2F9ea64765-7ed5-42e3-99e0-22b05b0f65a3_jpg.jpg
KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO

Aktivitas pelayanan pajak di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Kebayoran Baru, Selasa (9/3/2021). Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan  optimistis target penerimaan pajak dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021 sebesar Rp 1.229,6 triliun bisa tercapai. Target ini naik 2,6 persen dari target tahun lalu sebesar Rp 1.198,8 triliun.

JAKARTA, KOMPAS β€” Pendapatan negara hingga November 2021 mencapai Rp 1.699,4 triliun atau 97,5 persen dari target sebanyak Rp 1.743,6 triliun. Jumlah ini terdiri dari penerimaan perpajakan yang meliputi penerimaan pajak, serta bea dan cukai, Rp 1.314,8 triliun, dan penerimaan negara bukan pajak atau PNBP Rp 382,5 triliun. Tingginya harga komoditas berkontribusi penting terhadap penerimaan tersebut.

Dalam periode tersebut, penerimaan pajak mencapai Rp 1.082,6 triliun atau tumbuh 17 persen secara tahunan. Jumlah ini ditopang oleh pertumbuhan penerimaan Pajak Penghasilan (PPh) sektor minyak dan gas bumi (migas) sebesar 57,7 persen, PPh nonmigas 12,6 persen, dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 19,8 persen.

Editor:
Aris Prasetyo
Bagikan