logo Kompas.id
โ€บ
Ekonomiโ€บMenggugat Kendali Harga Minyak...

Menggugat Kendali Harga Minyak Goreng

Hampir tiga bulan lonjakan harga minyak goreng melesat tanpa kendali dan berkontribusi besar terhadap inflasi. Pemerintah juga tidak bersikap seperti biasanya dalam mengendalikan harga minyak goreng.

Oleh
Hendriyo Widi
ยท 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/KORPtYCdiSyoLhuUsi7gnLc7bTk=/1024x576/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F11%2Fcc089b69-9c88-40ee-a9b3-818af3148721_jpg.jpg
Kompas/Wawan H Prabowo

Minyak goreng kemasan 1 liter tidak lagi ditemui di salah satu pusat perbelanjaan di kawasan Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (24/11/2021). Untuk menjaga ketersediaan minyak goreng bagi pelanggan, pusat perbelanjaan membatasi pembelian. Setiap konsumen hanya diperbolehkan membeli tiga kemasan minyak goreng.

Hampir tiga bulan, lonjakan harga minyak goreng di dalam negeri melesat tanpa kendali. Sejak dua bulan terakhir, minyak goreng juga berkontribusi besar terhadap inflasi. Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perdagangan, tidak bersikap seperti biasanya untuk mengendalikan harganya. Ada apa?

Saat ini, harga minyak goreng tembus di kisaran Rp 18.000 per liter-Rp 20.000 per liter, tergantung dari jenis dan daerah perdagangannya. Andilnya terhadap inflasi kelompok pengeluaran makanan dan minuman pada Oktober 2021 sebesar 0,05 persen lantas meningkat menjadi 0,08 persen pada November 2021.

Editor:
Nur Hidayati
Bagikan