logo Kompas.id
EkonomiEkonomi (Musiman) Mandalika

Ekonomi (Musiman) Mandalika

Sirkuit Mandalika menggeliatkan ekonomi NTB dan Indonesia. Kendati bergantung pada musim ajang balap, keberlanjutannya tetap perlu dijaga. Jangan tinggalkan kearifan lokal dan masyarakat setempat.

Oleh
Hendriyo Widi
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/qoKe-3HqyWQbQPz1_11kXu03ftY=/1024x576/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F11%2F34bdf13d-8ec4-4331-8d5f-974bbfc7b63b_jpg.jpg
KOMPAS/RIZA FATHONI

Pemandangan aerial Sirkuit Internasional Jalan Raya Pertamina Mandalika di bibir pantai di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pantai Kuta, Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Senin (22/11/2021).

Sirkuit Internasional Jalan Raya Pertamina Mandalika di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, membawa Indonesia semakin mendunia. Sumber ekonomi baru, yakni wisata olahraga, muncul, kendati akan bersifat musiman. Era ”Bali baru” ini tetap perlu dijaga keberlanjutannya.

Meski tertatih-tatih mengatasi sejumlah kendala, dua ajang balap tingkat internasional berhasil digelar di sirkuit senilai Rp 1,5 triliun tersebut. Kedua ajang itu adalah Kejuaraan Dunia Superbike (WSBK) dan Asia Talent Cup (ATC) pada 19-21 November 2021. Pemerintah mengeklaim ajang balapan itu disaksikan 1,6 miliar penduduk dunia.

Editor:
M Fajar Marta
Bagikan