logo Kompas.id
EkonomiBerpacu atau Hilang Momentum

Berpacu atau Hilang Momentum

Indonesia dinilai memiliki peluang besar menjadi pemain kunci di industri kendaraan listrik global. Peluang ada di depan mata. Namun, jika tidak berpacu untuk mengejar peluang itu, Indonesia bisa kehilangan momentum.

Oleh
Mukhamad Kurniawan
· 1 menit baca
Memuat data...
Kompas/Totok Wijayanto

Suasana pameran kendaraan listrik Indonesia Electric Motor Show (IEMS 2021) yang diadakan Badan Riset dan Inovasi Nasional di kawasan Puspiptek, Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (24/11/2021). Pameran tersebut diikuti 30 peserta yang menampilkan kendaraan listrik dan inovasi ”electric vehicle”. Pameran ini diadakan sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap riset dan inovasi teknologi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Era kendaraan listrik datang lebih awal. Selain faktor regulasi yang mengatur tenggat larangan menjual kendaraan berbahan bakar fosil guna menekan emisi karbon di sejumlah negara dan kawasan, percepatan elektrifikasi kendaraan didorong oleh tuntutan konsumen yang makin bergeser ke arah mobilitas yang berkelanjutan.

McKinsey dalam artikel ”Why the Automotive is Electric” menyebut, tahun ini diskusi dipusatkan pada tanggal akhir penjualan kendaraan bermesin pembakaran internal (internal combustion engine/ICE). Target regulasi baru di Uni Eropa dan Amerika Serikat, misalnya, bertujuan untuk pangsa kendaraan listrik 50 persen pada 2030, sementara beberapa negara telah mengumumkan batas waktu larangan penjualan ICE dipercepat pada 2030 atau 2035.

Editor:
nurhidayati
Bagikan