logo Kompas.id
EkonomiData Ekonomi Dukung Penguatan Bursa

Data Ekonomi Dukung Penguatan Bursa

Indonesia berpotensi mencetak surplus neraca berjalan untuk pertama kali dalam satu dekade terakhir sebesar 4,5 miliar dollar AS. Surplus ini ditopang oleh naiknya harga-harga komoditas global.

Oleh joice tauris santi
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/RADITYA HELABUMI

Layar monitor menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (9/8/2021). Awal pekan ini menandai 44 tahun diaktifkannya kembali Pasar Modal Indonesia. Berdasar catatan arsip Bursa Efek Indonesia, Bursa Efek pertama di Indonesia dibentuk di Batavia oleh Pemerintah Hindia Belanda pada Desember 1912.

JAKARTA, KOMPAS — Pasar saham Indonesia dalam 10 tahun terakhir selalu naik pada triwulan keempat. Pada tahun ini, pandemi Covid-19 mereda di triwulan IV-2021. Selain itu, data-data perekonomian juga membaik. Hanya saja, tetap ada faktor risiko yang mungkin akan membebani pada triwulan keempat tahun ini, juga pada triwulan pertama tahun depan.

Secara umum, para investor besar lebih banyak membeli saham pada triwulan keempat, melakukan window dressing, yaitu memborong saham agar posisi portofolionya menjadi bagus pada akhir tahun. Tahun 2020, ketika masih banyak orang terpapar Covid-19, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga naik 22,77 persen. Mengacu data Bursa Efek Indonesia, 45 saham terlikuid yang termasuk dalam indeks LQ 45, pada triwulan IV-2020 naik 26,82 persen, triwulan IV-2019 naik 4,79 persen, dan naik 3,87 persen pada triwulan IV-2018.

Editor: Aris Prasetyo
Bagikan