logo Kompas.id
EkonomiBali Dorong Pemakaian QRIS di ...

Bali Dorong Pemakaian QRIS di Masa Pandemi Covid-19

Bank Indonesia Provinsi Bali mencatat peningkatan jumlah pedagang, volume, dan nilai transaksi nontunai dengan QRIS di Bali.

Oleh
COKORDA YUDISTIRA M PUTRA
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/uAbMnrCYJkjq9HDa_Dcn40tNJe4=/1024x593/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F11%2F20211110cokc-bi-bali-dorong-qris-di-pasar_1636475807.jpg
HUMAS PEMPROV BALI

Bank Indonesia bersama pemerintah dan penyelenggara jasa pembayaran mendorong penggunaan transaksi secara nontunai menggunakan QRIS. Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (kiri) bertransaksi secara nontunai dengan QRIS di pusat tenun Pasar Semarapura, Kabupaten Klungkung, Bali, Senin (8/11/2021).

DENPASAR, KOMPAS — Bank Indonesia di Bali terus mendorong digitalisasi dalam transaksi di pasar tradisional dan pasar modern. Hingga akhir Oktober 2021, jumlah merchant (pedagang) yang sudah bertransaksi dengan standar kode respons cepat Indonesia atau QRIS di Bali mencapai 355.166 pedagang.

”Target kami di Bali ada 363.000 merchant,” kata Trisno Nugroho, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali, dalam siaran pers yang diterima Kompas, Selasa (9/11/2021). Adapun secara nasional, QRIS ditargetkan digunakan 12 juta pedagang.

Editor:
aufrida wismi
Bagikan