logo Kompas.id
EkonomiEkspor Perlu Hilirisasi...

Ekspor Perlu Hilirisasi Industri dan Terintegrasi dalam Rantai Pasok

Perdagangan RI akan diintegrasikan dengan ekonomi global. Namun, tidak cukup hanya memfasilitasi tarif murah. RI perlu juga mencipta produk bernilai tambah serta masuk dalam rantai pasok regional dan global.

Oleh
Hendriyo Widi
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/DyyRue9vbKLSAVth6naAWKAFDmI=/1024x575/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F10%2Fd4b1ff01-8464-48b7-b763-302d21c69f49_jpg.jpg
KOMPAS/Ferganata Indra Riatmoko

Sejumlah pekerja menggarap robot yang dibuat dari rongsokan sepeda motor di Desa Gilangharjo, Pandak, Bantul, DI Yogyakarta, Rabu (20/10/2021). Robot setinggi 3 meter dan berat sekitar 350 kilogram itu dibuat untuk memenuhi permintaan dari China. Dalam sebulan, tempat produksi dengan 13 pekerja itu mampu menghasilkan sekitar delapan robot. Robot seharga Rp 24 juta-Rp 60 juta per unit tersebut juga telah diekspor ke Jerman.

JAKARTA, KOMPAS — Sektor perdagangan, khususnya ekspor, masih akan menjadi penopang pemulihan ekonomi Indonesia ke depan. Agar kontribusinya semakin besar, sektor ini perlu ditopang investasi yang mengarah pada hilirisasi, pengembangan kawasan industri, serta terintegrasi dalam rantai pasok regional dan global.

Hal itu mengemuka dalam Forum Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi (TTI) yang merupakan bagian dari rangkaian acara Trade Expo Indonesia Digital Edition (TEI DE) 2021 yang digelar secara hibrida di Jakarta, Kamis (21/10/2021) sore. Pameran perdagangan tingkat internasional yang mengusung tema ”Reviving Global Trade” itu akan berlangsung pada 21 Oktober-20 Desember 2021.

Editor:
Mukhamad Kurniawan
Bagikan