logo Kompas.id
EkonomiKenaikan Harga Pangan dan Krisis Energi Perlambat Pertumbuhan

Kenaikan Harga Pangan dan Krisis Energi Perlambat Pertumbuhan

Imbas pandemi diperparah dengan kenaikan harga pangan dan biaya pengapalan. Selain itu, krisis energi yang terjadi di sejumlah negara juga menyebabkan produksi berkurang. Kenaikan harga makanan-minuman mulai terjadi.

Oleh
Hendriyo Widi & Dimas Waraditya Nugraha
· 1 menit baca
Memuat data...
Kompas/Priyombodo

Suasana di supermarket di kawasan Serpong Utara, Tangerang Selatan, Banten, Senin (27/9/2021). Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) menyatakan, kenaikan harga pangan dan biaya pengapalan global serta rencana kenaikan Pajak Pertambahan Nilai akan berimbas pada kenaikan harga produk olahan makanan-minuman tahun depan.

JAKARTA, KOMPAS — Dana Moneter Internasional atau IMF menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun ini. Revisi itu tidak hanya mempertimbangkan imbas pandemi Covid-19, tetapi juga lonjakan harga pangan dan krisis energi di sejumlah negara.

Dalam World Economic Outlook Edisi Oktober 2021 bertajuk ”Recovery During a Pandemic: Health Concerns, Supply Disruptions, and Price Pressures” yang dirilis pada 13 Oktober 2021, IMF mengoreksi pertumbuhan ekonomi global pada 2021 menjadi 5,9 persen. Sebelumnya, pada Juli 2021, IMF memproyeksikan ekonomi global tumbuh 6 persen.

Editor:
nurhidayati
Bagikan