logo Kompas.id
Ekonomi”Right Issue” BRI Kelebihan...
Iklan

”Right Issue” BRI Kelebihan Permintaan

Sebanyak 28,2 miliar saham baru yang ditawarkan BRI telah terserap seluruhnya dengan nilai mencapai Rp 96 triliun. Bank pelat merah tersebut bahkan mencatat kelebihan permintaan (”oversubscribe”) sebesar 1,53 persen.

Oleh
Joice Tauris Santi
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/l3cVleYYxyD66fRF0aGzv76DqDk=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F01%2Ffe68c7a0-3179-4680-a7e9-e93dbfe9e600_jpg.jpg
KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO

Petugas menghitung uang kertas rupiah di BRI kantor cabang BSD, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (8/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS — Upaya PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI untuk menambah modal dalam memperkuat layanan untuk nasabah ultra mikro disambut baik oleh investor. Penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu/HMETD atau right issue mengalami oversubscribe atau kelebihan permintaan.

”Sebanyak 28,2 miliar saham baru yang ditawarkan telah terserap seluruhnya dengan nilai mencapai Rp 96 triliun, bahkan terjadi oversubscribe 1,53 persen,” kata Direktur Utama BRI Sunarso dalam pembukaan perdagangan saham hasil right issue di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (29/9/2021). Right issue ini merupakan yang terbesar dalam sejarah BEI.

Editor:
Mukhamad Kurniawan
Bagikan