logo Kompas.id
EkonomiDesa Wisata Harus Bisa Sejahterakan Warganya

Desa Wisata Harus Bisa Sejahterakan Warganya

Desa wisata yang dibangun dengan mempertahankan kearifan lokal harus menjadi ”lokomotif” membuka peluang usaha dan lapangan kerja serta kesejahteran masyarakat. Untuk pertama kalinya, BCA mengadakan ajang lomba ini.

Oleh
Stefanus Osa Triyatna
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/COKORDA YUDISTIRA

Suasana di Desa Adat Penglipuran, desa wisata di Bangli, Sabtu (17/4/2021). Desa Wisata Penglipuran sudah disertifikasi protokol kesehatan berbasis CHSE sebagai bentuk kesiapan destinasi di masa pandemi Covid-19.

JAKARTA, KOMPAS — Desa wisata yang dibangun dengan mempertahankan ciri kearifan lokal harus dapat menyejahterakan warganya lewat penciptaan peluang usaha dan lapangan kerja baru. Di masa pandemi Covid-19, tren pariwisata bergeser ke yang bercirikan kearifan lokal.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga S Uno menyampaikan hal itu dalam ajang ”BCA Desa Wisata Awards 2021” yang diselenggarakan secara hibrida di Jakarta, Jumat (3/9/2021). Ajang yang diselenggarakan pertama kalinya ini diikuti 465 desa lewat lomba desa wisata. Dari 20 desa yang masuk sebagai nomine, diseleksi kembali ke dalam empat kategori, yakni Desa Wisata Alam, Desa Wisata Budaya, Desa Wisata Kreatif, dan Desa Wisata Digital.

Editor:
Aris Prasetyo
Bagikan