logo Kompas.id
EkonomiPotensi Pasar Reksa Dana Masih...
Iklan

Potensi Pasar Reksa Dana Masih Terbuka Luas

Reksa dana adalah instrumen investasi yang sesuai untuk investor pemula. Namun, investor hendaknya tidak hanya ikut-ikutan dalam berinvestasi, tetapi terlebih dahulu mengenali profil risiko masing-masing.

Oleh
joice tauris santi
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/-zZxCarKDTjGkDV_nztxUpcpEvI=/1024x778/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F12%2F9d6026cd-21c4-4f53-8402-3d8a0ce2c255_jpg.jpg
Kompas/Priyombodo

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto (dua kiri), disaksikan (kiri-kanan) Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen, Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi, saat peresmian penutupan perdagangan Bursa Efek Indonnesia tahun 2020 di Jakarta, Rabu (30/12/2020). Sepanjang tahun 2020, jumlah investor di pasar modal Indonesia yang terdiri atas investor saham, obligasi, ataupun reksa dana mengalami peningkatan sebesar 56 persen mencapai 3,87 juta ”single investor indentification” (SID) sampai dengan 29 Desember 2020.

JAKARTA, KOMPAS — Walaupun jumlah investor reksa dana sudah hampir mencapai 5 juta orang hingga pertengahan tahun ini, pasar industri reksa dana masih terbuka sangat luas. Jumlah investor masih sangat kecil jika dibandingkan dengan jumlah total penduduk.

”Terkait potensi pertumbuhan investor reksa dana, kami sangat optimistis. Kalau di 2018 jumlahnya masih di bawah 1 juta orang, kini menjadi hampir 5 juta pada Juni 2021. Dari jumlah penduduk, angka itu tidak sampai 2 persen. Masih banyak investor yang belum terjamah. Reksa dana adalah instrumen investasi yang sesuai untuk investor pemula,” ujar Direktur Utama Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Afifa dalam telekonferensi pers, Selasa (31/8/2021).

Editor:
Aris Prasetyo
Bagikan