logo Kompas.id
EkonomiSemarak Adopsi Kripto di...

Semarak Adopsi Kripto di Industri Olahraga Dunia

Adopsi teknologi ”blockchain” oleh klub-klub besar sepak bola, sebagai salah satu inovasi mencari sumber pendapatan baru sekaligus menjalin hubungan dengan penggemarnya di penjuru dunia, makin semarak belakangan ini.

Oleh
Mukhamad Kurniawan
· 3 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/RDiZ-33aVRNZJsatUtD_a6IU4e0=/1024x666/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F06%2F20210623-china-bitcoin-_1624460953.jpg
AP PHOTO/VINCENT YU

Dalam file foto 1 Juni 2021 ini, seorang wanita berjalan melewati iklan Bitcoin di Hong Kong. Bank-bank terbesar China berjanji pada Senin, 21 Juni 2021, untuk menolak membantu pelanggan memperdagangkan Bitcoin dan mata uang kripto lain setelah bank sentral mengatakan para eksekutif diberi tahu untuk meningkatkan penegakan larangan pemerintah.

Pada 17 Agustus 2021, klub sepak bola asal Belanda, PSV Eindhoven, mengumumkan kemitraan barunya dengan Anycoin Direct, agen perdagangan kripto di Eropa. Kerja sama tersebut menambah panjang daftar adopsi kripto dan teknologi rantai blok (blockchain) oleh klub-klub besar sepak bola dan industri olahraga dunia.

Dalam keterangan pers di situsnya, PSV menyampaikan keputusan menggunakan layanan Anycoin Direct dengan cara unik, yakni menerima sponsor yang akan dibayarkan dalam Bitcoin. Anycoin akan menjadi mitra resmi PSV untuk dua musim ke depan. Tujuan utamanya menumbuhkan kesadaran akan kripto dan Anycoin di Eropa.

Sebelumnya, pada April 2021, PSV Eindhoven juga bereksperimen dengan non-fungible token (NFT), unit data yang dicatat dan disimpan pada rantai blok (blockchain) sebagai bukti sah kepemilikan aset digital. NFT digunakan untuk mewakili item yang spesifik, seperti foto, video, audio, dan jenis file digital lain.

Menurut laporan Cointelegraph, PSV melelang versi digital Final Piala Eropa 1988 yang dimenangkannya saat melawan Benfica. Guna menandai arti kemenangan itu bagi klub, NFT disertai sertifikat resmi yang ditandatangani Hans van Breukelen, penjaga gawang PSV, yang bermain ketika itu.

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/N1B_6zhmBTfN541gY99kKSwZCa8=/1024x1046/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F05%2F20210518-Ilustrasi-Ekonomi-9_color_1621358565.jpg

Selain kerja sama sponsor dan lelang aset melalui NFT, teknologi rantai blok diadopsi oleh klub-klub sepak bola dalam bentuk token penggemar. Pada 21 Juli 2021, misalnya, klub sepak bola asal Italia, Inter Milan, mengumumkan kemitraan barunya dengan Chiliz, perusahaan penyedia blockchain untuk industri olahraga dan hiburan global, untuk musim kompetisi 2021/2022.

Baca Juga: Mengelola Demam Kripto

Inter Milan akan memasang tulisan ”$INTER Fan Token by Socios.com” pada bagian depan kaus tim menggantikan logo produsen ban asal Italia, Pirelli, yang telah tersemat selama lebih dari 25 tahun. Socios.com adalah platform direct-to-consumer yang dibangun Chiliz dengan memanfaatkan teknologi blockchain untuk menyediakan perangkat bagi organisasi olahraga guna melibatkan diri dengan para penggemarnya secara global.

Keterlibatan penggemar

Inter Milan mempromosikan Token Fan $INTER untuk menciptakan pengalaman baru bagi penggemarnya di seluruh dunia. Dengan mengantongi token tersebut, penggemar akan menjadi bagian dari komunitas digital di Socios.com, sekaligus memiliki kesempatan memengaruhi keputusan klub melalui berbagai jajak pendapat.

Para penggemar juga dapat mengakses konten eksklusif terkait klub, menguji keterampilan, dan berhadapan dengan penggemar lain di seluruh dunia dalam permainan, kompetisi, dan kuis. Selain dengan Inter Milan, Socios.com disebut telah bermitra dengan 40 organisasi besar di bidang olahraga untuk meluncurkan token penggemar, termasuk klub-klub sepak bola besar di Eropa, tim nasional Portugal dan Argentina, serta sejumlah tim di Formula 1, e-sports, dan kriket.

Selain Interisti, penggemar Inter Milan, Socios.com juga menjadi tempat pertemuan digital berskala global bagi The Gooners, sebutan bagi penggemar Arsenal FC, atau Cityzen, penggemar Manchester City. Arsenal meluncurkan token penggemar bernama $AFC, sementara Manchester City meluncurkan token $CITY.

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/E2MDjpCXd3keaQt03yypnFg3XOQ=/1024x1275/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F04%2F20210423-LHR-Mata-uang-crypto-mumed_1619180729.png

Baca Juga: Menteri Perdagangan: Kami Akan Perbaiki Pengaturan Aset Kripto

Sebelumnya, pada Mei 2021, Chiliz mengumumkan peluncuran token penggemar dua tim di Formula 1, yakni Aston Martin Cognizant dan Alfa Romero Racing ORLEN. Sebelumnya, Chiliz juga mengumumkan kemitraannya dengan tim Roush Fenway Racing dari NASCAR, klub sepak bola Barcelona, AC Milan, Juventus, dan Paris Saint-Germain. Semua itu, menurut Chiliz, didorong oleh keyakinan bahwa mentransisikan penggemar pasif menjadi penggemar aktif sangat penting untuk masa depan olahraga.

Peluang serupa tentu dimiliki klub sepak bola atau cabang olahraga lain di Tanah Air. Dengan basis penggemar yang cukup besar, klub-klub sepak bola di ”kasta” tertinggi Liga Indonesia, seperti Persib Bandung, Persija Jakarta, Arema Malang, dan Persebaya Surabaya, bisa menjalin hubungan yang lebih erat dengan penggemarnya sekaligus mendapatkan sumber pendanaan klub dengan memanfaatkan teknologi rantai blok.

Token yang dibuat dan digunakan pada blockchain adalah aset yang mewakili bukti kepemilikan atau keanggotaan. Semakin besar kepemilikan token, semakin besar pengaruh atau kemampuan penggemar untuk berpartisipasi dalam keputusan klub. Bagi klub, selain menjalin hubungan yang lebih erat dengan penggemar, inovasi melalui penerbitan token akan mengalirkan pendapatan tambahan di pasar global.

Di tengah segenap keterbatasan akibat pandemi Covid-19, terutama terkait hambatan menggelar pertandingan dengan kerumunan besar di stadion, klub dan pelaku industri olahraga mesti bersiasat untuk mencari sumber pendapatan baru sekaligus menjalin hubungan dengan penggemar. Adopsi token kripto oleh tim dan klub raksasa dunia menandai pengakuan industri atas solusi yang ditawarkan teknologi rantai blok.

Baca Juga: Lokapasar NFT, Alternatif Baru Memonetisasi Karya Seni

Editor:
M Fajar Marta
Bagikan