logo Kompas.id
EkonomiSemarak UMKM ”Go Digital”
Iklan

Semarak UMKM ”Go Digital”

Banyak hal fundamental harus disiapkan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebelum memutuskan ”go digital” baik dari sisi produksi maupun distribusi. Digitalisasi bukan semata menjual secara daring.

Oleh
Mediana
· 4 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/6G0CrYWCVVtDsueWZT-DoLb62TM=/1024x660/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F08%2F79404d76-5846-4fca-a6f7-5457038cf902_jpg.jpg
KOMPAS/RADITYA HELABUMI

Penjual rujak buah menyiapkan pesanan pembeli di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (13/8/2021). Pada masa pandemi Covid-19, para pelaku UMKM mulai banyak yang melakukan digitalisasi usaha, salah satunya dengan mengadopsi metode pembayaran digital atau secara nontunai melalui uang elektronik.

Setahun terakhir, narasi digitalisasi terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) semakin menggema. Bahkan, dalam pidato kenegaraan peringatan Hari Ulang Tahun Ke-76 RI, Presiden Joko Widodo menyebut pemerintah mendorong pengembangan ekosistem ekonomi digital, salah satunya berupa digitalisasi UMKM.

Kementerian/lembaga juga menetapkan target agar ada 30 juta UMKM bisa go digital atau masuk ke pasar digital pada 2023. Selain naik kelas, ada kesan lain bahwa digitalisasi UMKM menjadi satu-satunya cara agar mereka bisa bertahan di tengah pembatasan sosial karena pandemi Covid-19.

Editor:
Mukhamad Kurniawan
Bagikan