logo Kompas.id
EkonomiJalan Panjang Rumah Rakyat

Jalan Panjang Rumah Rakyat

Kontribusi perumahan segmen menengah bawah sebagai penopang sektor properti pada masa pandemi Covid-19 membuktikan, kebutuhan di segmen pasar ini masih tinggi. Ini perlu didukung kebijakan yang simultan dan menyeluruh.

Oleh
BM Lukita Grahadyarini
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/N6QOeGXP8rzlVUZpoTJKjhT9PAQ=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F06%2F0c1beca3-78de-4773-91a0-b484c305762c_jpg.jpg
Kompas/Hendra A Setyawan

Pekerja merampungkan pembangunan kompleks perumahan bersubsidi di kawasan Jampang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (12/6/2021). Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), sesuai rencana strategis 2020-2024, menargetkan penyediaan 5 juta rumah. Rinciannya, sebanyak 900.000 unit merupakan rumah bersubsidi yang dibiayai melalui fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), subsidi selisih bunga, dan subsidi bantuan uang muka.

Sejumlah survei memperlihatkan, residensial menjadi salah satu penopang industri properti untuk bertahan pada masa pandemi Covid-19. Kendati permintaan perumahan tetap tumbuh, ketimpangan dalam pemenuhan kebutuhan papan masih menjadi tantangan besar.

Pembatasan sosial pada masa pandemi telah membuat sebagian besar aktivitas dilakukan dari rumah. Rumah telah disadari menjadi sumber peradaban dan produktivitas. Kesadaran akan pemenuhan rumah sehat dan layak huni pun kian meningkat.

Editor:
Nur Hidayati
Bagikan