logo Kompas.id
β€Ί
Ekonomiβ€ΊPermintaan Rumah Tetap Tumbuh,...
Iklan

Permintaan Rumah Tetap Tumbuh, Kuota FLPP Diprediksi Segera Habis

Kuota rumah subsidi melalui fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) diperkirakan habis pada akhir September 2021. Permintaan rumah dari masyarakat berpenghasilan rendah tetap tumbuh di tengah pandemi Covid-19.

Oleh
BM Lukita Grahadyarini
Β· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/N6QOeGXP8rzlVUZpoTJKjhT9PAQ=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F06%2F0c1beca3-78de-4773-91a0-b484c305762c_jpg.jpg
Kompas/Hendra A Setyawan

Pekerja merampungkan pembangunan kompleks perumahan bersubsidi di kawasan Jampang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (12/6/2021). Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), sesuai rencana strategis 2020-2024, menargetkan penyediaan 5 juta rumah.

JAKARTA, KOMPAS β€” Bantuan pembiayaan dari pemerintah di sektor perumahan berupa fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan atau FLPP diprediksi akan segera habis. Permintaan rumah dari masyarakat berpenghasilan rendah dinilai tetap tumbuh selama pandemi Covid-19.

Tahun ini, pemerintah mengalokasikan bantuan pembiayaan perumahan untuk 222.876 unit bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Kriteria MBR antara lain berpenghasilan maksimum Rp 8 juta per bulan. Bantuan salah satunya diberikan melalui FLPP dengan alokasi anggaran mencapai Rp 16,6 triliun untuk 157.500 unit. Fasilitas itu disertai subsidi bantuan uang muka senilai Rp 630 miliar.

Editor:
Mukhamad Kurniawan
Bagikan