logo Kompas.id
EkonomiDi Balik Kabar Baik

Di Balik Kabar Baik

Kepastian dari pemerintah soal impor beras tahun ini menjadi kabar baik bagi petani yang tengah memulai panen musim gadu. Namun, ada problem krusial yang belum tertangani, soal instrumen stabilisasi yang kian loyo.

Oleh
Mukhamad Kurniawan
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/nUtzUNZaaPkeZCp2O_IhVGZc6nU=/1024x684/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F05%2F20210523WEN4_1621748412.jpg
KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA

Buruh tani istirahat sejenak dengan membuka bekal makanannya saat memanen padi di Desa Kebondowo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Minggu (23/5/2021).

Ada kabar menggembirakan bagi petani padi di awal panen musim tanam kedua tahun 2021. Pemerintah memastikan tidak akan mengimpor beras tahun ini. Sebab, stok diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional setidaknya hingga 12 bulan ke depan.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyampaikan hal itu dalam telekonferensi pers di Jakarta, Senin (5/7/2021). Menurut dia, berdasarkan perkiraan Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras sepanjang 2021 diperkirakan mencapai 33 juta ton. Angka itu meningkat dibandingkan produksi tahun lalu yang 31,33 juta ton.

Editor:
Aris Prasetyo
Bagikan