logo Kompas.id
EkonomiMenghadapi Profesi Baru

Menghadapi Profesi Baru

Pada masa depan akan muncul berbagai pekerjaan aneh untuk pandangan orang saat ini, seperti kurator memori personal, detektif data, analis siber perkotaan, manajer portofolio genom, dan perancang baju digital.

Oleh Andreas Maryoto
· 1 menit baca

”Lalu di Hindia Belanda muncul kereta api, pabrik gula, pabrik beras, dan sebagainya. Pabrik-pabrik itu bisa menyewa tanah dan membeli hasil bumi buat diolah di pabrik. Karena itu pekerjaan petani terdesak. Sudah barang tentu terdesaknya berbagai pekerjaan asli milik bumiputera itu ada imbangannya dengan datangnya berbagai pekerjaan baru”.

Laporan itu diungkap seorang sosok bernama Kadiroen yang menjadi pamong praja Hindia Belanda kepada atasannya di dalam novel Hikajat Kadiroen. Karya sastra yang ditulis oleh Semaoen seabad lalu mengungkap kegalauan aparat dan warga ketika teknologi seperti pabrik gula dan kereta api  muncul di Tanah Air. Beberapa pekerjaan baru itu adalah tukang besi di bengkel, tenaga percetakan, masinis, kondektur kereta api, sopir, dan lain-lain.

Pekerjaan-pekerjaan lama mati dan pekerjaan-pekerjaan baru muncul. Kemajuan tengah terjadi di Hindia Belanda. Laporan itu menyebutkan, negeri ini menjadi tambah ramai,  tetapi juga tambah ruwet. Orang-orang desa berpindah ke kota untuk mencari pekerjaan. Keramaian itu membutuhkan tenaga-tenaga yang pintar menulis dan menghitung. Oleh karena itu, sekolah harus ditambah. Kemajuan itu juga memiliki pertanyaan, apakah rakyat sudah makmur? Sekalipun Hikajat Kadiroen adalah novel, tetapi berhasil memberikan gambaran kehidupan pada zamannya.

Editor: M Fajar Marta
Bagikan
Memuat data..