logo Kompas.id
EkonomiIndonesia Kehilangan Ratusan Triliun Rupiah akibat Sampah dan Ceceran Pangan

Indonesia Kehilangan Ratusan Triliun Rupiah akibat Sampah dan Ceceran Pangan

Masih ada ketimpangan antara keterbatasan ketersediaan pangan di Indonesia dan kebutuhannya. Untuk memperkecilnya, potensi ceceran dan sampah pangan mesti ditekan.

Oleh M Paschalia Judith J
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/RIZA FATHONI

Hamparan timbunan sampah seluas lapangan bola berada di pinggir Tol JORR, Kampung Caman Utara, Jakasampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat Senin (25/1/2021). Tumpukan sampah itu berada tidak jauh dari permukiman. Menurut warga sekitar, sampah telah menumpuk sejak lima tahun terakhir. Sebelumnya, lautan sampah ini sempat menjadi viral di media sosial setelah diunggah warga.

JAKARTA, KOMPAS — Imbas ceceran dan sampah pangan, Indonesia kehilangan nilai ekonomi sebesar Rp 213 triliun-Rp 551 triliun per tahun sepanjang 2000-2019. Oleh sebab itu, kebijakan pengelolaan ceceran dan sampah pangan berbasis data berperan krusial.

Nilai ekonomi yang hilang itu mengemuka dalam laporan ”Food Loss and Waste” di Indonesia yang diluncurkan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) secara daring, Rabu (9/6/2021). Angka tersebut merupakan dampak dari timbulan ceceran dan sampah pangan di Indonesia yang sebanyak 23-48 juta ton per tahun atau 115-184 kilogram (kg) per kapita per tahun  sepanjang 2000-2019.

Editor: Aris Prasetyo
Bagikan