logo Kompas.id
EkonomiReformasi Perpajakan Harus Sejalan dengan Pemulihan Konsumsi Masyarakat

Reformasi Perpajakan Harus Sejalan dengan Pemulihan Konsumsi Masyarakat

Reformasi perpajakan merupakan bagian dari upaya konsolidasi fiskal demi mengejar target defisit APBN pada 2023 berada di bawah 3 persen terhadap produk domestik bruto.

Oleh Dimas Waraditya Nugraha
· 1 menit baca
Memuat data...
Kompas/Wawan H Prabowo

Para pegawai di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, memanfaatkan layanan Coaching Clinic Surat Pemberitahuan (SPT) Pribadi dari petugas Direktorat Jenderal Pajak di selasar Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (30/3/2021). Kegiatan Coaching Clinic SPT Pribadi ini diperuntukan bagi anggota DPR RI dan warga negara yang sudah menjadi wajib pajak untuk memenuhi kewajiban membayar dan melaporkan SPT kepada negara. Kegiatan itu berakhir pada Rabu (31/3/2021).

JAKARTA, KOMPAS — Pemerintah berencana menjalankan reformasi perpajakan untuk meningkatkan penerimaan negara. Namun, reformasi ini memerlukan kalkulasi yang tepat dan perencanaan matang agar tidak mengganggu ritme pemulihan ekonomi dan iklim investasi nasional.

Saat dihubungi, Sabtu (5/6/2021), pengamat perpajakan dari Danny Darussalam Tax Center (DDTC), Bawono Kristiaji, memandang bahwa terobosan dalam kebijakan pajak diperlukan untuk mendukung konsolidasi fiskal seusai pandemi Covid-19. Menurut dia, reformasi perpajakan menjadi salah satu jalan pintas meningkatkan penerimaan negara.

Editor: Aris Prasetyo
Bagikan
Memuat data..