logo Kompas.id
EkonomiLebaran Tanpa ”THR” untuk...

Lebaran Tanpa ”THR” untuk Petani dan Peternak

Peningkatan permintaan konsumen saat Ramadhan-Lebaran semestinya jadi momentum bagi petani dan peternak untuk mendapatkan harga jual yang lebih baik atas hasil panennya. Namun, situasi justru sering kali sebaliknya.

Oleh
M Paschalia Judith J
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/Jfi_QX_vZ7EeB9KX3WnmKboSQvw=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F03%2F1a0d95cc-0e29-485b-a557-c463c1868771_jpg.jpg
KOMPAS/WILIBRORDUS MEGANDIKA WICAKSONO

Para petani berharap pemerintah tidak mengimpor beras dan memprioritaskan penyerapan beras petani di Desa Brobot, Purbalingga, Jawa Tengah, Selasa (23/3/2021).

Selama Ramadhan-Lebaran 2021, pemerintah berjibaku mengendalikan harga bahan pangan pokok. Namun, langkah yang diambil tak jarang justru dirasa merugikan petani dan peternak sebagai produsen pangan.

Petani dan peternak sepatutnya menikmati kenaikan permintaan masyarakat selama periode itu. Apalagi, petani tengah panen raya. ”Semestinya petani dapat menikmati ’surga’ seperti di hari raya ini. Bagi mereka, situasi pasar yang menguntungkan selama Ramadhan-Lebaran bisa menjadi ’tunjangan hari raya (THR)’ yang cukup,” ujar Koordinator Nasional Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan Said Abdullah, Selasa (11/5/2021).

Editor:
Mukhamad Kurniawan
Bagikan