logo Kompas.id
EkonomiPembukaan Wisata di Zona Hijau Covid-19 Perlu Kajian Risiko

Pembukaan Wisata di Zona Hijau Covid-19 Perlu Kajian Risiko

Pembukaan kembali pariwisata di zona hijau Covid-19 memerlukan kajian pertimbangan risiko antara pemerintah pusat dan daerah.

Oleh Mediana
· 1 menit baca

JAKARTA, KOMPAS — Pembukaan kembali aktivitas jasa usaha pariwisata di zona hijau Covid-19 tetap perlu mempertimbangkan risiko penyebaran. Pemerintah pusat dan daerah harus berkoordinasi erat mulai dari antisipasi pencegahan hingga penanganan kasus.

Sebelumnya, pada Maret 2021, Presiden Joko Widodo mengatakan, pemerintah akan mendorong kebangkitan sektor pariwisata di Bali yang terdampak pandemi Covid-19. Caranya melalui fokus pembukaan sektor pariwisata pada tiga zona hijau di Bali, yakni kawasan Nusa Dua, Sanur, dan Ubud.

Managing Director The Nusa Dua I Gusti Ngurah Ardita saat dihubungi, Selasa (11/5/2021), di Jakarta, menerangkan bahwa maksud zona hijau pariwisata dapat dipahami dari dua pendekatan, yakni tata kelola dan vaksinasi Covid-19. Untuk zona hijau dalam artian tata kelola, kawasan Nusa Dua telah menerapkan protokol kesehatan Covid-19 bagi seluruh pelaku jasa pariwisata. Sertifikasi kebersihan, kesehatan, keamanan, dan kelestarian lingkungan (CHSE) telah dimiliki Nusa Dua, baik seluruh tenant maupun tingkat kawasan.

banner registration
Lanjutkan baca artikel ini dan artikel lainnya dengan daftar akun Kompas.id.
Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Dapatkan akses tanpa batas ke seluruh artikel premium dengan berlangganan Kompas.id.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Aris Prasetyo
Bagikan
Memuat data..