logo Kompas.id
EkonomiPendampingan Sokong Lonjakan...

Pendampingan Sokong Lonjakan Penyaluran Pinjaman UMKM

Paduan pendampingan dan pinjaman berdampak positif pada UMKM di ekosistem PT PNM, khususnya di tengah situasi perekonomian sepanjang 2020-2021 yang terpengaruh pandemi Covid-19. Omzet UMKM bisa tumbuh 39 persen.

Oleh
M Paschalia Judith J
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/DjbUUp7ed-MKMkQr4fZvRmsynuc=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F04%2Face43922-74c0-4a0d-ab8a-6263fb310a80_jpg.jpg
KOMPASTotok Wijayanto

Taslam mewarnai celengan yang terbuat dari gipsum di rumahnya yang merangkap sebagai ruang kerjanya di kawasan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Selasa (20/4/2021). Sebagai pelaku UMKM yang sudah dijalaninya selama 35 tahun terakhir ini, Taslam mengaku belum pernah mendapatkan dana bantuan, baik dari pihak perbankan maupun pemerintah. Untuk mencukupi modalnya, ia meminjam uang dari bank keliling yang bunganya 25 persen.

JAKARTA, KOMPAS — Penyaluran pendanaan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM sepanjang triwulan-I 2021 melonjak hampir dua kali lipat dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya. Pendampingan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang memperoleh pinjaman modal menopang pertumbuhan tersebut.

Pada triwulan-I 2021, PT PNM membukukan realisasi penyaluran pinjaman sebesar Rp 11,68 triliun, melesat 95,2 persen dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya. Penyaluran melalui program Unit Layanan Modal Mikro (PNM ULaMM) berkontribusi Rp 761 miliar atau lebih tinggi 33,1 persen, sedangkan lewat program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (PNM Mekaar) sebesar Rp 10,92 triliun atau meroket 101,8 persen.

Editor:
Hendriyo Widi
Bagikan