logo Kompas.id
EkonomiPengembangan ”TOD” dan Penyediaan Hunian Masyarakat Berpenghasilan Rendah Disinergikan

Pengembangan ”TOD” dan Penyediaan Hunian Masyarakat Berpenghasilan Rendah Disinergikan

Pengembangan hunian terintegrasi transportasi massal perlu disinergikan dengan pemenuhan kebutuhan rumah masyarakat berpenghasilan rendah. Selain kemacetan dan polusi, upaya itu diharapkan mengatasi kekurangan hunian.

Oleh Cyprianus Anto Saptowalyono
· 1 menit baca
Memuat data...
Kompas/Heru Sri Kumoro

Hunian yang terintegrasi ataupun dekat dengan sarana transportasi publik semakin diminati masyarakat. Tidak hanya rumah tapak, hunian dengan konsep bertingkat pun juga diminati. Besarnya minat masyarakat ini membuat pengembang berlomba-lomba membangun proyek di dekat stasiun, salah satunya pembangunan apartemen di kawasan stasiun kereta commuterline (KRL) Rawa Buntu, Tangerang Selatan, Banten, Senin (16/3/2020). Proyek dengan konsep transit oriented development (TOD) juga dibangun di Stasiun Tanjung Barat dan di Stasiun Pondok Cina.

JAKARTA, KOMPAS — Pengembangan hunian yang terintegrasi dengan transportasi massal melalui konsep transit oriented development atau TOD dapat mengurangi penggunaan kendaraan bermotor sehingga menjadi solusi mengatasi kemacetan dan polusi di perkotaan. Pengembangan dengan konsep tersebut pun dapat disinergikan dengan upaya memenuhi kebutuhan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir pada Sabtu (17/4/2021) melakukan pengecoran akhir atap (topping off) rumah susun berbasis transit oriented development (TOD) Tower Cattleya Samesta Mahata Serpong, di Stasiun Rawa Buntu, Tangerang Selatan. Rumah susun berbasis TOD yang merupakan proyek sinergi BUMN tersebut dibangun oleh Perum Perumnas di atas lahan yang disediakan PT KAI (Persero) dengan kontraktor PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

Editor: Mukhamad Kurniawan
Bagikan
Memuat data..