logo Kompas.id
EkonomiTanaman Komoditas yang Terdampak Bencana di Adonara Mulai Didata

Tanaman Komoditas yang Terdampak Bencana di Adonara Mulai Didata

Pemerintah Kabupaten Flores Timur terus melakukan pendataan termasuk tanaman warga Pulau Adonara yang rusak setelah diterjang siklon seroja, sekaligus membuka kesempatan bagi warga untuk melaporkan kerugiannya.

Oleh FRANSISKUS PATI HERIN
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/FRANSISKUS PATI HERIN

Tanaman padi yang tidak terdampak banjir bandang dan longsor di sepanjang jalan dari Desa Pandai ke Desa Demondei di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, seperti pada Rabu (14/4/2021).

LARANTUKA, KOMPAS - Belum terhitung total kerugian akibat longsor dan banjir bandang yang menerjang areal tanaman komoditas milik warga Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Ada warga yang mengaku rugi hingga ratusan juta rupiah. Pemerintah membuka ruang bagi warga untuk melaporkan kondisi itu agar ditindaklanjuti.

Menurut pantauan Kompas di sisi jalan yang menghubungkan Desa Pandai dan Desa Demondei di Kecamatan Wotan Ulumado pada Rabu (14/4/2021), banyak tanaman komoditas seperti kemiri, kakao, coklat, vanili, dan pinang dalam kondisi pata, tumbang, dan tercerabut dari akarnya. Bahkan, ada lahan tertentu yang tanahnya longsor bersama tanaman.

banner registration
Lanjutkan baca artikel ini dan artikel lainnya dengan daftar akun Kompas.id.
Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Dapatkan akses tanpa batas ke seluruh artikel premium dengan berlangganan Kompas.id.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Agnes Swetta Pandia
Bagikan
Memuat data..