logo Kompas.id
EkonomiSiklus Besar Komoditas

Siklus Besar Komoditas

Siklus komoditas global 2004-2012 turut berperan dalam mengangkat Indonesia dari kontraksi ekonomi 1998-1999 sebagai akibat dari krisis keuangan Asia. Apakah akan terjadi lagi dengan pemulihan pascapandemi Covid-19?

Oleh ARI KUNCORO
· 1 menit baca
Memuat data...
Kompas/Priyombodo

Pekerja memuat buah kelapa sawit ke atas truk pengangkut di Desa Semoi 2, Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Kamis (11/3/2021). Lulu, salah seorang petani, mengakui harga tandan buah segar sawit saat ini berada di harga baik, yaitu Rp 1.700 hingga Rp 2.000 per kilogram. Kelapa sawit merupakan tanaman perkebunan utama di kabupaten Penajam Paser Utara.

Baru-baru ini lembaga keuangan Goldman Sachs membuat pernyataan menarik bahwa pandemi Covid-19 merupakan pemicu siklus besar komoditas global baru. Indeks komoditas Bloomberg secara tahunan sampai dengan Maret 2021 naik 11 persen, sedangkan secara kumulatif meningkat 40 persen dalam 52 pekan terakhir.

Hal ini mirip dengan situasi pascakrisis keuangan Asia pada 1998-1999, yang saat itu Indonesia termasuk negara terdampak parah. Penyebab utamanya adalah permintaan yang tertahan. Pada masa krisis, masyarakat biasanya menahan konsumsi dan memusatkan diri pada belanja dasar, seperti sandang dan pangan. Masyarakat mengorbankan atau paling tidak menahan sementara pengeluaran, baik untuk barang-barang tahan lama maupun untuk aktualisasi diri, seperti perjalanan wisata dan menonton konser.

Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Belum selesai baca berita ini? Selesaikan dengan berlangganan konten digital premium Kompas.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: dewi indriastuti
Memuat data..