logo Kompas.id
EkonomiMentan Minta Gabah Petani Harus Diserap Sebelum Impor Beras

Mentan Minta Gabah Petani Harus Diserap Sebelum Impor Beras

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meminta agar gabah petani diserap lebih dulu dan dihitung produksinya sebelum impor beras. Ia siap berdebat dengan menteri yang lain jika produksi beras bagus dan cukup.

Oleh NIKSON SINAGA
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/NIKSON SINAGA

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (kiri) mengunjungi mobil kopi saat memberikan kuliah umum di Politeknik Pembangunan Pertanian Medan di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Senin (22/3/2021).

MEDAN, KOMPAS — Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meminta agar gabah petani diserap lebih dulu dan dihitung produksinya sebelum impor beras dilaksanakan. Ia siap berdebat dengan menteri yang lain jika memang produksi beras dalam negeri bagus dan jumlahnya cukup.

”Yang aku minta serap dulu gabah kita. Kalau gabahnya bagus, jumlahnya bagus, ya logikanya tidak boleh imporlah,” kata Syahrul saat memberikan kuliah umum di Politeknik Pembangunan Pertanian Medan di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Senin (22/3/2021).

banner registration
Lanjutkan baca artikel ini dan artikel lainnya dengan daftar akun Kompas.id.
Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Dapatkan akses tanpa batas ke seluruh artikel premium dengan berlangganan Kompas.id.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Aufrida Wismi Warastri
Bagikan
Memuat data..