logo Kompas.id
EkonomiBukit Asam Kembangkan PLTS 200 Megawatt

Bukit Asam Kembangkan PLTS 200 Megawatt

Sejumlah perusahaan tambang batubara mulai melirik energi terbarukan. Ambisi Pemerintah Indonesia menaikkan peran energi terbarukan dalam bauran energi nasional dianggap sebagai peluang bisnis.

Oleh
ARIS PRASETYO
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/ABDULLAH FIKRI ASHRI

Petugas mengecek panel surya di pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 600 kWp di Gili Trawangan, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Kamis (29/3/2018). Pembangkit listrik yang memanfaatkan cahaya matahari itu turut menunjang pasokan listrik kepada 2.314 pelanggan di salah satu pulau terluar tersebut.

JAKARTA, KOMPAS — PT Bukit Asam Tbk, perusahaan tambang batubara, ikut mengembangkan energi terbarukan dengan membangun pembangkit listrik tenaga surya atau PLTS berkapasitas 200 megawatt. Pembangkit tersebut bakal dibangun di atas lahan bekas tambang di Sumatera Selatan. PLTS diandalkan pemerintah untuk mempercepat bauran energi terbarukan.

Dalam keterangan pers, Sabtu (13/3/2021), pembangunan PLTS berkekuatan 200 MW tersebut ditargetkan rampung pada tahun 2022. Saat ini, pihak Bukit Asam tengah membahas proyek tersebut bersama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) selaku off taker (pembeli) tenaga listrik yang dihasilkan dari pembangkit listrik energi terbarukan. Tak disebutkan berapa nilai investasi PLTS tersebut.

Editor:
Mukhamad Kurniawan
Bagikan