EkonomiProvokasi Konsumsi

Provokasi Konsumsi

Setiap kebijakan ekonomi bak pisau bermata dua sehingga mesti dikalkulasi secara cermat efektivitasnya.

Oleh Enny Sri Hartati - Peneliti Senior Institute for Development of Economics and Finance
· 1 menit baca

Tidak dapat dimungkiri, konsumsi rumah tangga memang merupakan mesin penggerak utama perekonomian Indonesia. Lebih dari 56 persen pertumbuhan ekonomi dikontribusikan kegiatan konsumsi masyarakat. Oleh karena itu, mestinya tidak terlalu sulit menjaga stabilitas perekonomian asalkan konsumsi rumah tangga terjaga. Sebaliknya, berbagai kebijakan stimulus ekonomi akan tetap majal jika tidak mampu mendongkrak ketahanan konsumsi rumah tangga.

Sayangnya, mendorong konsumsi rumah tangga tidak bisa dilakukan dengan cara instan. Apalagi hanya sekadar melalui imbauan cinta produk dalam negeri dan benci produk impor. Sebab, penentu utama untuk mendorong kemampuan konsumsi adalah daya beli masyarakat, yaitu kecukupan pendapatan yang siap dibelanjakan. Sementara pundi-pundi pendapatan masyarakat jelas sangat bergantung pada tersedianya lapangan kerja yang memadai.

Persoalannya, ketika menghadapi masa pandemi, siklus tersebut menjadi tidak lagi normal. Hampir seluruh kegiatan ekonomi masyarakat terganggu, bahkan justru menyebabkan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) secara massal. Kendati tidak mengalami PHK, jelas sebagian besar mengalami penurunan pendapatan. Tidak terkecuali kelompok pendapatan kelas menengah atas.

Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Belum selesai baca berita ini? Selesaikan dengan berlangganan konten digital premium Kompas.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: dewi indriastuti
Memuat data..