logo Kompas.id
EkonomiWirausahaBali dan NTT Berharap Minuman Lokal Tetap Dikelola dan Dipertahankan

Bali dan NTT Berharap Minuman Lokal Tetap Dikelola dan Dipertahankan

Provinsi Bali dan NTT memiliki kekhasan lokal, termasuk minuman mengandung alkohol warisan budaya, yang di antaranya bagian dari upacara adat.

Oleh COKORDA YUDISTIRA M PUTRA/KORNELIS KEWA AMA
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/COKORDA YUDISTIRA

Pemerintah Provinsi Bali memiliki Peraturan Gubernur Bali Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan atau Destilasi Khas Bali yang mengatur tentang pemanfaatan, penguatan, dan pelindungan minuman beralkohol khas Bali sebagai keberagaman budaya. Pergub itu disosialisasikan di Denpasar, Rabu (5/2/2020).

DENPASAR, KOMPAS — Pencabutan aturan investasi untuk industri minuman keras warisan budaya lokal dalam Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal ditanggapi Ketua DPRD Provinsi Bali Nyoman Adi Wiryatama dengan permintaan agar pemerintah pusat memperhatikan kekhasan budaya lokal. Beberapa minuman beralkohol yang diproduksi di Bali memiliki kaitan erat dengan adat dan tradisi Bali, selain menjadi sumber kehidupan masyarakat.

”Beberapa jenis minuman beralkohol, misalnya arak dan brem, juga dipergunakan dalam ritual upacara adat dan keagamaan di Bali,” kata Wiryatama ketika dihubungi Kompas, Rabu (3/3/2021). Perpres baru itu khusus mengatur investasi untuk produksi minuman beralkohol di Bali, NTT, Papua, dan Sulawesi Utara.

Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Belum selesai baca berita ini? Selesaikan dengan berlangganan konten digital premium Kompas.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Gesit Ariyanto
Memuat data..