logo Kompas.id
EkonomiPemberian Insentif Pajak Dievaluasi

Pemberian Insentif Pajak Dievaluasi

Pemerintah memberi insentif perpajakan untuk menarik investor, tetapi realisasi investasi tetap terbatas. Selain insentif, ada persoalan mendasar yang mesti diperbaiki.

Oleh Agnes Theodora
· 1 menit baca

JAKARTA, KOMPAS — Keringanan pajak bagi investor bidang usaha prioritas terbukti kurang efektif mendorong realisasi investasi. Pemerintah mengevaluasi situasi tersebut, bahkan mengancam untuk mencabut insentif dari pengusaha yang tak kunjung merealisasikan investasi mereka.

Dalam Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal, pemerintah menetapkan 245 bidang usaha prioritas yang akan diberi fasilitas keringanan perpajakan jika berinvestasi di Indonesia.

Penetapan daftar bidang usaha prioritas dalam aturan turunan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja itu menggantikan daftar negatif investasi yang selama ini berlaku. Sebelumnya, fasilitas serupa hanya diberikan kepada 185 bidang usaha prioritas.

Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Belum selesai baca berita ini? Selesaikan dengan berlangganan konten digital premium Kompas.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: dewi indriastuti
Memuat data..