logo Kompas.id
EkonomiAnomali Imbal Hasil SBN

Anomali Imbal Hasil SBN

Tak semua instrumen terpengaruh pergerakan suku bunga acuan. Kendati tren suku bunga acuan turun, suku bunga atau yield surat berharga negara (SBN) bergerak sebaliknya. Mengapa bisa terbentuk anomali?

Oleh M Fajar Marta
· 1 menit baca
Memuat data...

M Fajar Marta, Wartawan Kompas

Suku bunga acuan yang bernama BI 7-day (reverse) repo rate (BI7DRR) itu kini sudah 3,5 persen, terendah sejak digunakan pertama kali pada April 2016. Bank Indonesia terus menurunkan suku bunga acuan agar suku bunga di perbankan, pasar uang, dan pasar modal semakin rendah sehingga akhirnya membuat sektor riil kembali bergairah setelah terpuruk sepanjang 2020 akibat pandemi Covid-19.

Pada 17 Februari 2021, Rapat Dewan Gubernur BI kembali menurunkan suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 3,5 persen. Tren penurunan suku bunga acuan terjadi sejak Juni 2019 seiring turunnya inflasi dan melesunya perekonomian.

Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Belum selesai baca berita ini? Selesaikan dengan berlangganan konten digital premium Kompas.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Mukhamad Kurniawan
Memuat data..