logo Kompas.id
โ€บ
Ekonomiโ€บBeban Sektor Pertanian Semakin...
Iklan

Beban Sektor Pertanian Semakin Berat

Peralihan sebagian tenaga kerja dari kota ke desa dinilai semakin membebani sektor pertanian. Adopsi teknologi di sisi produksi, panen, dan pascapanen mutlak guna menggenjot produktivitas sektor ini.

Oleh
M Paschalia Judith J
ยท 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/_sjBeeLE0cuumEJr5vhgpprqG20=/1024x576/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F02%2Ff4ef7364-b25e-403d-8032-2a3cff0a478e_jpg.jpg
KOMPAS/AGUS SUSANTO

Petani menarik terpal berisi padi yang dipanen lebih awal di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Karawang, Jawa Barat, Selasa (9/2/2021). Selain curah hujan yang tinggi, luapan Sungai Citarum dan Sungai Cibeet yang merendam areal persawahan sejak Minggu, 7 Februari, itu mengakibatkan tanaman padi siap panen sebagian besar rusak dan terancam gagal panen.

JAKARTA, KOMPAS โ€” Pandemi Covid-19 telah menggiring sebagian tenaga kerja kembali dari kota ke desa. Jumlah tenaga kerja di sektor pertanian  meningkat signifikan. Padahal, tanpa perpindahan dan tambahan itu, sektor pertanian sebenarnya masih berkutat dengan problem rendahnya produktivitas.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah tenaga kerja di sektor pertanian meningkat dari 36,71 juta orang pada Agustus 2019 menjadi 41,13 juta orang pada Agustus 2020. Sumbangannya dalam struktur ketenagakerjaan pun meningkat dari 27,53 persen menjadi 29,76 persen selama kurun tersebut.

Editor:
Mukhamad Kurniawan
Bagikan