logo Kompas.id
β€Ί
Ekonomiβ€ΊBiaya Dana Tinggi Jadi...
Iklan

Biaya Dana Tinggi Jadi Tantangan Bank Syariah Indonesia

Simpanan deposito di perbankan syariah masih mendominasi dana pihak ketiga sehingga biaya dana tinggi.

Oleh
Dimas Waraditya Nugraha
Β· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/28LcHd8vNSLw7AzB_fpJpi1RSbQ=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F02%2Fa40607d4-8804-49aa-9e32-30fb7e933692_jpg.jpg
KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO

Petugas Bank Syariah Indonesia melayani nasabah di Kantor Cabang Hasanudin, Blok M, Jakarta, Senin (1/2/2021). Bank yang merupakan hasil merger dari PT Bank BRI Syariah Tbk, PT Bank BNI Syariah, dan PT Bank Syariah Mandiri tersebut resmi beroperasi pada Senin (1/2/2021).

JAKARTA, KOMPAS β€” Biaya dana yang tinggi dalam proyeksi bagi hasil menjadi hambatan perbankan syariah dalam menyalurkan pembiayaan dengan harga murah. Keberadaan PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI dengan nilai aset yang besar diharapkan mampu menekan biaya dana sehingga bisa memperluas penyaluran pembiayaan syariah.

Dalam diskusi virtual, Selasa (16/2/2021), ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Iman Sugema, mengatakan, salah satu dampak buruk biaya dana perbankan syariah yang tinggi adalah kesulitan perbankan syariah meningkatkan pangsa pasar yang mentok 6 persen.

Editor:
dewiindriastuti
Bagikan