logo Kompas.id
β€Ί
Ekonomiβ€ΊPeningkatan Simpanan Akhir...
Iklan

Peningkatan Simpanan Akhir 2020 Mengindikasikan Tertahannya Konsumsi

Masih meningkatnya dana simpanan masyarakat hingga akhir 2020 bisa menjadi indikator tertahannya aktivitas konsumsi masyarakat. Idealnya, setiap akhir tahun, dana simpanan masyarakat turun.

Oleh
Dimas Waraditya Nugraha
Β· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/7FxmTdF8q2mMlzsoJwjfhouBVEY=/1024x768/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F12%2Fd6fd61f7-5b81-4a62-8bb4-dca967d4cd6d_jpg.jpg
KOMPAS/AGUS SUSANTO

Aktivitas warga di sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Cakung, Jakarta Timur, Sabtu (12/12/2020). Kendati kondisi ekonomi belum pulih seperti sebelum pandemi Covid-19, pelaku industri berharap permintaan pada akhir tahun meningkat. Momentum perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 bisa mendorong konsumsi masyarakat.

JAKARTA, KOMPAS β€” Meski berdampak positif pada kecukupan likuiditas, pertumbuhan dana pihak ketiga di periode akhir 2020 perlu diwaspadai karena mengindikasikan tertahannya konsumsi masyarakat. Fluktuasi ekonomi disinyalir membuat masyarakat masih melihat dan menanti untuk melakukan konsumsi.

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat, dana simpanan masyarakat pada November 2020 sebesar Rp 6.701 triliun. Jumlah ini naik tipis 0,15 persen dari Rp 6.691 triliun pada Oktober 2020. Jika dibandingkan dengan posisi November 2019, dana simpanan itu sudah tumbuh hingga 10,91 persen. Padahal, di sisi lain, pertumbuhan kredit pada periode waktu yang sama tercatat terkontraksi atau minus 1,39 persen.

Editor:
Hendriyo Widi
Bagikan