logo Kompas.id
β€Ί
Ekonomiβ€ΊInfrastruktur Pengisian Daya...
Iklan

Infrastruktur Pengisian Daya Kendaraan Belum Cukup

Penyediaan energi bersih untuk kendaraan listrik menjadi keharusan. Tujuan pengurangan pencemaran dan mengurangi ketergantungan pada energi fosil tak tercapai signifikan apabila listrik dipasok dari PLTU.

Oleh
ARIS PRASETYO
Β· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/VoiinF7GEuJuw4GG5pKzw7UWxhA=/1024x684/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F11%2F20201122ED8_1605936396.jpg
Kompas

Pengisian baterai Hyundai Kona Electric di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya, Rabu (11/11/2020).

JAKARTA, KOMPAS β€” Upaya mendirikan sejumlah infrastruktur pengisian daya listrik bagi kendaraan listrik belum cukup untuk mengurangi ketergantungan penggunaan bahan bakar minyak atau BBM di Indonesia. Penggantian pembangkit listrik berbahan bakar fosil dengan sumber energi terbarukan tidak bisa diabaikan guna menekan ketergantungan tersebut.

Kendaraan listrik menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam mengurangi tingkat pencemaran udara. Sebab, menurut catatan Kementerian Perhubungan, 60 persen pencemaran udara ditimbulkan oleh asap kendaraan bermotor yang menggunakan bahan bakar beroktan rendah. Oleh karena itu, pemerintah mendorong pengguna kendaraan pribadi beralih ke transportasi massal bertenaga listrik.

Editor:
Mukhamad Kurniawan
Bagikan