logo Kompas.id
EkonomiAnomali Menekan Petani Padi
Iklan

Anomali Menekan Petani Padi

Harga gabah terus turun dua bulan terakhir dan menyimpang dari pola tahunan. Situasi itu menekan kesejahteraan petani yang menanamnya. Data harga dan nilai tukar petani yang dirilis BPS, Selasa (1/12), mengonfirmasinya.

Oleh
M Paschalia Judith J
· 4 menit baca
https://cdn-assetd.kompas.id/tO6W-JJfQSTqngPHb5njO0dL-mM=/1024x653/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F11%2F1a79d346-2915-47bc-97a5-ebb115870067_jpg.jpg
Kompas/Bahana Patria Gupta

Petani mengangkat padi yang baru dipanen dini di persawahan yang tergenang banjir di Desa Kudungboto, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (3/11/2020). Untuk menghindari gagal panen akibat banjir, banyak petani memanen dini tanaman padinya.

JAKARTA, KOMPAS — Harga gabah kembali turun. Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik, Selasa (1/12/2020),  harga rata-rata gabah kering panen di tingkat petani pada November 2020 sebesar Rp 4.722 per kilogram, turun dibandingkan dua bulan sebelumnya. Penurunan harga gabah pada kurun September-November menyimpang dari pola yang selama ini terjadi.

Situasi harga gabah 10 tahun terakhir, menurut data BPS, cenderung naik selama kurun September-Desember. Pada kurun itu, panen dan pasokan gabah atau beras biasanya berkurang sehingga harga yang terbentuk di tingkat petani, penggilingan cenderung naik. Tiga bulan terakhir setiap tahun merupakan masa paceklik.

Editor:
Mukhamad Kurniawan
Bagikan
Logo Kompas
Logo iosLogo android
Kantor Redaksi
Menara Kompas Lantai 5, Jalan Palmerah Selatan 21, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia, 10270.
+6221 5347 710
+6221 5347 720
+6221 5347 730
+6221 530 2200
Kantor Iklan
Menara Kompas Lantai 2, Jalan Palmerah Selatan 21, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia, 10270.
+6221 8062 6699
Layanan Pelanggan
Kompas Kring
+6221 2567 6000