logo Kompas.id
EkonomiPemanfaatan Teknologi Pertanian Belum Optimal

Pemanfaatan Teknologi Pertanian Belum Optimal

Sektor pertanian Indonesia belum optimal memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas. Karena produksi tidak efisien, daya saing produk jadi lemah.

Oleh M Paschalia Judith J / Aditya Diveranta
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/KHAERUL ANWAR

Petani sedang praktik mengoperasikan alat dan mesin pertanian berupa mesin meratakan tanah di areal Science Technology Industrial Parak, Desa Banyumulek, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Kamis (19/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS — Pemanfaatan hasil inovasi dan teknologi untuk mendorong produktivitas pertanian di Indonesia dinilai berjalan lambat. Padahal, keberadaannya strategis untuk meningkatkan produksi, produktivitas, efisiensi, dan sekaligus daya saing produk pertanian.

Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) sekaligus Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Lampung, Bustanul Arifin, menyatakan, berdasarkan penelitian Fahmi dan kawan-kawan di Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi), produktivitas faktor total atau total factor productivity (TFP) sektor pertanian selama kurun 1996-2017 cenderung lebih rendah dibandingkan TFP ekonomi secara keseluruhan.

Editor: Mukhamad Kurniawan
Bagikan
Memuat data..