logo Kompas.id
โ€บ
Ekonomiโ€บProyek Infrastruktur Menjadi...
Iklan

Proyek Infrastruktur Menjadi Daya Ungkit Pemulihan Ekonomi

Pembangunan infrastruktur tetap diprioritaskan pada masa pandemi Covid-19. Selain menjadi penopang pemulihan ekonomi, proyek semacam ini mampu menyerap tenaga kerja lewat program padat karya.

Oleh
ARIS PRASETYO
ยท 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/olOwef4pf95tkyCxgspQe-oSBZk=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F11%2Fantarafoto-pemasangan-longspan-lrt-jabodebek-dukuh-atas-111020-mrh-1_1605096503.jpg
ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT

Dua pekerja menyelesaikan proyek pembangunan longspan atau jembatan bentang panjang lintasan kereta ringan (LRT) di kawasan Dukuh Atas, Jakarta, Rabu (11/11/2020). PT Adhi Karya (Persero) Tbk telah menyelesaikan pembangunan longspan terakhir sepanjang 218 meter yang menghubungkan lintasan LRT dari Cawang-Kuningan-Dukuh Atas.

JAKARTA, KOMPAS โ€” Proyek infrastruktur pemerintah dapat menjadi daya ungkit pemulihan ekonomi yang terdampak pandemi Covid-19. Anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR pada 2021 justru naik menjadi Rp 149,8 triliun dari Rp 75,6 triliun tahun 2019. Namun, harus ada prioritas dalam menggarap proyek infrastruktur tersebut.

Direktur Jenderal Bina Marga pada Kementerian PUPR Hedy Rahadian, Rabu (18/11/2020), mengatakan, dampak pandemi Covid-19 di sektor pengelolaan jalan sangat luar biasa. Di satu sisi, penerimaan badan usaha pengelola jalan tol menurun drastis. Di sisi lain, biaya pemeliharaan jalan turun signifikan akibat rendahnya lalu lintas jalan selama masa pandemi.

Editor:
Hendriyo Widi
Bagikan