logo Kompas.id
EkonomiIndonesia Jangan Hanya Jadi Pasar

Indonesia Jangan Hanya Jadi Pasar

Tanpa pembenahan sektor manufaktur dalam negeri, Indonesia hanya akan dibanjiri produk impor dari negara lain atau sekadar jadi sumber bahan baku mentah bagi produk yang lebih berdaya saing dari luar negeri.

Oleh Agnes Theodora
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO

Suasana bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (22/9/2020).

JAKARTA, KOMPAS — Tantangan persaingan ketat pasar bebas lewat Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional atau RCEP harus diantisipasi agar Indonesia tidak sekadar jadi pasar. Selain meningkatkan daya saing untuk memacu ekspor, Indonesia dinilai perlu menyiapkan bumper untuk melindungi kelangsungan industri dalam negeri.

Direktur Eksekutif Institute for Development on Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati, Selasa (17/11/2020), berpendapat, perluasan dagang hanya bisa dilakukan jika suatu negara memiliki produk yang siap dipasarkan di tengah persaingan ketat dengan negara mitra. Saat ini, sekitar 72 persen ekspor di pasar global adalah produk manufaktur, sementara ekspor Indonesia masih mengandalkan komoditas, seperti kelapa sawit dan batubara.

Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Belum selesai baca berita ini? Selesaikan dengan berlangganan konten digital premium Kompas.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Mukhamad Kurniawan
Memuat data..