logo Kompas.id
EkonomiPembukaan Sektor Usaha yang Berisiko Jangan Dipaksakan

Pembukaan Sektor Usaha yang Berisiko Jangan Dipaksakan

Pemerintah perlu mendukung pemulihan sektor manufaktur melalui berbagai dukungan dibarengi penerapan protokol kesehatan yang ketat. Sebaliknya, pemulihan sektor pariwisata dapat dilakukan, tetapi tidak menjadi prioritas.

Oleh KARINA ISNA IRAWAN
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/PANDU WIYOGA

Pekerja memindahkan peti kemas dari kapal angkut ke atas sebuah truk yang telah menunggu di Pelabuhan Kargo Batu Ampar, Kota Batam, Kepulauan Riau, Rabu (11/3/2020). Sejak lama, pengusaha industri manufaktur di Batam mengeluhkan mahalnya biaya pengiriman kontainer dari pelabuhan tersebut.

JAKARTA, KOMPAS — Pemerintah jangan memaksakan pembukaan aktivitas ekonomi yang berpotensi mendorong peningkatan kasus Covid-19 dan tidak berkontribusi signifikan terhadap produk domestik bruto. Dukungan terhadap sektor usaha perlu dipetakan lebih spesifik.

Ekonom Universitas Indonesia, Faisal Basri, berpendapat, salah satu sektor yang perlu mendapat dukungan pemerintah adalah manufaktur. Sumbangan sektor manufaktur terhadap penerimaan pajak mencapai 29 persen dan produk domestik bruto 19,9 persen. Penurunan sektor manufaktur akan berdampak signifikan bagi perekonomian RI.

Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Belum selesai baca berita ini? Selesaikan dengan berlangganan konten digital premium Kompas.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Hendriyo Widi
Memuat data..