logo Kompas.id
β€Ί
Ekonomiβ€ΊAkademisi Ingatkan Krisis...
Iklan

Akademisi Ingatkan Krisis Pasokan Pangan di Indonesia

Penurunan produktivitas pertanian di Indonesia akibat pandemi Covid-19 harus segera diantisipasi. Hasil kajian akademisi mengingatkan adanya bahaya dalam kecukupan pangan di Indonesia.

Oleh
ARIS PRASETYO
Β· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/lkSi8rqNra7Sq3VAhkcNydvYpeU=/1024x576/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2019%2F12%2F9f7e63ea-bdce-4d68-b761-7e3ff7a314b7_jpg.jpg
Kompas/AGUS SUSANTO

Petani mengaduk tanah untuk menanam bibit tanaman di obyek wisata alam Sumber Podang, Desa Joho, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Minggu (15/12/2019). Keberadaan tempat wisata tersebut membuat warga berkontribusi langsung untuk menjaga sungai dari sampah dan pencemaran. Tempat wisata bertema alam dikembangkan di sejumlah desa. Mereka mengangkat potensi wilayahnya agar dapat menggerakkan perekonomian masyarakat selain dari sektor pertanian.

JAKARTA, KOMPAS β€” Produktivitas pertanian di Indonesia merosot selama pandemi Covid-19 akibat pemberlakuan kebijakan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB. Stok pangan, khususnya beras, mulai menipis dalam beberapa bulan terakhir. Titik kritis stok pangan dimulai pada periode November 2020 sampai dengan Januari 2021.

Demikian prediksi situasi ekonomi dan pangan di Indonesia yang dikeluarkan IPB University melalui siaran pers, Sabtu (6/6/2020). Prediksi tersebut berdasarkan hasil kajian tim IPB dalam webinar bertajuk ”The 13th IPB Strategic Talk” yang diselenggarakan Direktorat Publikasi Ilmiah dan Informasi Strategis IPB. Kajian itu ditanggapi dua pembahas, yakni Hermanto Siregar dan Bustanul Arifin.

Editor:
dewiindriastuti
Bagikan